Selamat pagi All,
Suatu hari saya pergi dengan teman, katanya sich dia mo minta antar cari barang buat kado ulang tahun pacarnya. Kami pergi kesebuah pusat perbelanjaan kaki lima yang ada didekat tugu pahlawan surabaya, terus terang aja pacar sicewek ini demen sama pernak - pernik monel yang disukai anak muda saat ini. Bejibun bener barang yang disale disana, mulai anting, tas sepatu cincin dan banyak lagi barang yang aku sendiri ngga tahu apa sebutannya.Unik, antik, fantastik sampai - sampai temenku cewek ngga tahu lagi mo milih yang mana.
" Habis bingung hil, barangnya buanyak sekali, pada bagus semua lagi " seloroh temanku.
Kami berjalan dari ujung satu hingga ujung yang lain,ehhh pas sampai diposisi start dia ngajak balik lagi ke ujung yang lain. Sebagai temen aku sich mau - mau aja, bukankah nyenengin temen termasuk nambah pahala.
Nggak terasa kita berdua sudah bolak balik sampai empat kali dengan rute yang sama, hingga mendekati ujung putaran estafet dia tertegun menatap sebuah lapak dimana terdapat cincin jempol yang menurut dia cocok bener untuk kado cowoknya.kecil sih lapaknya dan menurutku juga barangnya bagus - bagus.
" Tuh bagus kayaknya kalo dipake cowokku, pasti keren " celetuk temenku.
" ya udah sana tanyain, tawar " jawabku, sebenarnya bukan apa - apa, aku ngerasa nih hari sudah tambah bolong, mentari sudah tidak hangat lagi menyapa kulit,belum lagi tenggorokan mulai kering seret banget.
" Brapa mas harga cincin ini ? " tanya yemenku
" 75 Ribu aja " jawab mas yang punya lapak
" Kalo yang ini berapa? yang ini , ini, itu juga " tanya temanku lagi
" tuh tambah mahal mbak,150 ribuan " jawab masnya rada ketus.
Sambil tertegun temenku mikir mau pilih yang mana ya yang sesuai dengan budget and ngga malu - maluin cowoknya.
" Mbak jadi ambil yang mana?" tanya mas penjual accessories " kalo ngga beli jangan nanya terus " lanjutnya lancang.
" Ya udah hil, kita jalan lagi aja " pinta temenku.
Baru melewati beberapa lapak temenku bilang " aku sich seneng sama cincin yang tadi, tapi yang jaga galak"
"kamu ini gimana kalo seneng ya ngomong aja, tawar kek biar tahu pasnya harga berapa" tukasku
" Ngga ah ngga berani orangnya tambah marah " selorohnya.
Kita memang orang timur,budaya kita memang mengajarkan sungkan. Namun adakalanya kita harus berani bertanya, bukankah dengan bertanya kita nantinya akan tahu, bukankah dengan bertanya kita kelihatan bodoh lima menit namun pintar selamanya, bukankah bertanya ngga bayar ???.
Apa akibatnya kalo kita ngga berani tanya, yang pastinya kita bisa kehilangan kesempatan. bisa saja itu kesempatan kerja yang hilang hanya kita malu bertanya disuatu perusahaan yang nantinya malah kita ngga dapat lagi kesempatan kedua. Bisa jadi saat malu bertanya, tugas yang dikasihkan atasan jadi salah semua karena kita ngga tahu keinginan atasan, bisa jadi juga karena malu bertanya saat naksir pasangan kita ahirnya kehilangan kesempatan jadi pasangannya.
Tak ada ruginya bila kita sungkan, namun janganlah menjadi orang yang selalu sungkanan, hingga dia terbelenggu dengan sungkannya yang nantinya malah menjadikan dirinya hilang kesempatan.
Mulai sekarang marilah kita coba untuk bertanya bila kita anggap itu perlu, ambil positifnya saja, kita ini hidup kan masih pada belajar hidup semua. Kesalahan adalah hal yang wajar, karena manusia adalah tempat salah dan bumi ini adalah tempat belajar.