Total Tayangan Halaman

Test

Minggu, 04 November 2012

Menu Utama Vitamin Kantoran...... TELUR MATA SAPI...????

Ada pelajaran menarik yang saya dapat dari begadang bersama dengan kakak angkat semalem. Alam sebenarnya betul - betul memberi pelajaran pada kita namun kadang kita tak menyadarinya dan memikirkannya. Mulai dari siklus pertumbuhan, siklus kehidupan, dan terminologi ( istilah ) nya.

Malam ini dari makan nasi goreng bungkus muncul wacana tentang dinamika kehidupan ditempat kerja," Walah opo ono urusane sego goreng karo urusan kantor kang ???" ( *javanese  red )..... eit ternyata saya dapat pencerahan dari cangkruk'an bersama ini. 


Ditempat kerja kadang kita bekerja keras mati matian untuk slesaikan tugas yang ada, kadang kita bisa selesaikan tepat waktu atau sdikit molor dari schedule. Terkadang atasan memberi tugas kita bejibun,mau tidak mau karena tuntutan tanggung jawab dan kerja yah kita lakuin tetapi begitu pas sudah selesai dan waktunya dikumpulin kadang kita cuma dapat kata " yah udah taruh aja diatas meja,makasih ya ", tanpa semyum karena gaya pimpinan yang ArSoWa ( Arek sok jaga Wibawa ). Pastinya juga kita cuma bisa omong " Iya Pak,ada yang lain yang bisa saya bantu? ", saat tugas itu dipresentasikan atasan dan sukses, applause besar tuk sang pimpinan. 

Sama halnya disaat kita ngobrol makan siang dengan teman kemudian terucap tentang ide kita sama teman kantor. Al hasil saat breefing teman lontarkan ide kita dan dia diacungi sama pimpinan atas ide biriannya yang ternyata plagiatan dari ide kita. Dongkol, mengerutu, marah, mungkin terjadi. 

Ini yang dinamakan fenomena Telur Mata Sapi, sang ayam yang berjuang dengan peluh mengeluarkan telur begitu digoreng orang bilangnya Telur mata Sapi padahal beda banget antara mata sapi dengan telur goreng.

Bukan kita gila pujian ataupun apalah namanya, cuma saat nama kita disebut kita akan merasa dihargai. Ini masalah Fatsun, Adab, Etika, dan moralitas yang harusnya dimiliki oleh masing-masing personal Team work kita dalam suatu tempat kerja. seyogyanya jika anda menganggap ide atau kerjaan orang itu bagus sampaikan bahwa dia turut serta menjadi bagian dari pencapaian yang anda raih, akui bahwa anda tertolong berkat teman anda sehingga timbul sikap sportifitas dan persaingan kerja yang ada menjadi persaingan kerja yang dinamis, malahan nantinya teman anda dapat menjadi pathner bekerja atau teman beride yang sinergis 

Mungkin anda, pembaca mempunyai pandangan atau cara sendiri dalam menyikapi fenomena kejadian yang biasa terjadi dilingkungan kerja seperti diatas. Saya cuma mengingatkan janganlah Anda menjadi Telur mata sapi, tapi jadilah telur dengan tittle yang mengeluarkannya. Tuk plagiator jadilah Plagiator yang beretika....salam Selamat Pagi

Jumat, 02 November 2012

NIKMAT STRESS ( indahnya Stress )


Salah satu cara kita agar berhasil dalam keuangan ialah bersedia dan bisa menghadapi stress. Yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana cara menghadapi stress tersebut?

Orang kadang kala lupa akan hukumsebab akibat, bahwa semakin besar bisnis Anda akan semakin besar stress Anda. Mungkin jika kita bisnis dengan modal kecil, stress kita tidak akan terlalu besar, tetapi penghasilannya pun tidak besar. Sebaliknya jika kita sudah mengeluarkan modal (apa lagi modal dari orang lain) dalam jumlah besar, maka stress yang kita alami akan lebih besar lagi. Ini adalah pengalaman nyata. Dari kenyataan ini, bisa kita simpulkan bahwa suatu keberhasilan seringkali adalah bayaran dari stress yang kita alami. Jika Anda ingin berhasil maka bersiaplah untuk stress.

Stress memang hanya muncul saat ada masalah, saat tidak ada masalah kita mungkin akan tenang-tenang saja. Begitu ada masalah yang mengancam bisnis kita atau kita mengalami kerugian besar atau terkena musibah maka stress akan mulai muncul. Stress akan bertambah saat investor mulai mempertanyakan uang yang mereka tanamkan kepada kita.

Inilah dinamika hidup. Mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa ada orang yang tidak memiliki cita-cita atau meraih pancapaian yang lebih tinggi. Mereka mungkin tidak mau menghadapi stress dan menghabiskan energi. Namun seperti quantum, selalu memerlukan energi untuk pindah ke orbit yang lebih tinggi. Jika tidak, kita akan tetap seperti kita sekarang ini.

Jika stress adalah bagian dari hidup kita, maka yang harus kita lakukan ialah bukanlah menghindari dari stress, tetapi bagaimana kita bisa menghadapi stress. Stress muncul jika ada masalah, maka masalah bukan untuk dihindari tetapi untuk kita hadapi sehingga jika masalah bisa kita atasi maka stress kita bisa hilang. Namun jika stress sudah mendahului menguasai diri kita maka bukannya kita akan menyelesaikan masalah, malah akan memperburuk masalah.

Oleh karena kita, kita perlu memiliki suatu ketangguhan dalam menghadapi stress. Jangan sampai stress bisa menguasai diri kita dan bahkan menghancurkan diri kita. Ketangguhan itu hanya bisa muncul jika keimanan kita kuat. Setiap masalah dan konsekuensinya adalah dari Allah dan kita serahkan semuanya kepada Allah sambil kita tetap berusaha. Kita akan memiliki ketangguhan jika kita memegang prinsip:

Bagi kami cukup Allah saja pelindung yang baik, bagi kami berserah diri yang baik, dan penolong yang baik bagi kami. HasbunAllah wa nikmal wakil, Ni'ma mawla wa ni'mannatsir ( cukup Allah sebagai pegangan ku )